Puisi

KUTUKEBUL TEMBAKAU (Bemisia tabaci Genn.)

Kau kutukebul kosmopolitan
Pengisap air kehidupan berpuluh jenis tumbuhan
Menarik perhatian banyak ilmuwan

Duduk diam di masa muda
Membina raga dalam dan luar
Menyiapkan kehidupan pascaremaja

Dewasa kau berkulit bening
Sekujur tubuh berpupur putih
Lemah lembut tanpa prasangka

Namun kaulah penebar petaka
Penular sampar tanaman aneka
Satupun penawar tiada

Bogor, 6 Desember 2003

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

Beliau merupakan Pensiunan Guru Besar bidang Entomologi pada Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor. Tercatat menjadi anggota PEI sejak tahun 1975-sekarang. Aktivitas di Pengurus Pusat PEI: Pembantu Umum (1976-1979); Wakil Ketua (1979-1983); Ketua (1980-1983), Ketua Bandan Penasehat (1983-1987, 1987-1992, 1992-2002), Anggota Badan Penasehat ((1997-2002).

TONGGERET (Dundubia vaginata (Fabr.))

Remajamu sepi dalam bumi
Dewasa bertengger tinggi diterpa bayu
Seusai ganti baju di batang kayu

Aku ingat kau pernah berjaya
Menghuni Kebun Raya penuh pesona
Di pusar kota kaya tetes tirta

Kau nyayikan lagu khasmu: reet—ngong bertalu-talu
Waktu surya berguling mengantar senja
Alam skitar terlukis damai mengusir duka

Kini hari-hari tanpa kerianganmu
Kau minggat tanpa yang tahu
Mengelak swara dan kukus cemar
Buah kota penuh kereta kuda baja
Akupun ikut sesak dada

Bogor 28 Agustus 2003
Terimakasih kepada Pak SA & Ibu YRS yang telah mencarikan nama llmiah tonggeret

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

CERITA UNDUR-UNDUR

Undur-undur namaku masa remaja
Tanpa kuharap dan kuminta
Pun oleh emak dan bapa
Aku dititahkan untuk berjalan mundur
Tidak wajar namun berkah
Dengan tungkai kuat dan gerak mundur
Aku mampu menggali sumur jebak
Begitu saja tanpa perintah dan ajaran
Yang mengantar makanan harian
Semut sesat tergelincir didinding sumur
Kujemput didasar, kuseret kedalam
Kuisap darahnya dengan lahap
Begitulah siasat hidupku
Sampai kala berubah menjadi dewasa
Bersayap berjalan dan terbang wajar
Tapi musibah mungkin menimpa masa muda
Aku diburu oleh manusia
Konon untuk pereda penyakit gula
Meski terpaksa mati, aku bersyukur
Bisa membantu mengulur hidup manusia

Bogor 15 Juli 2007
*Diilhami oleh berita tentang penggunaan Undur-undur
sebagai obat penyakit gula.

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

KUTUBUSUK vs POLITISI BUSUK

Aku binatang jarang dihirau
Dia manusia banyak dipantau
Aku berjalan dengan tungkai telanjang
Dia melaju dengan mobil sedan
Aku bertubuh lebar gepeng
Dia tambun tak pernah kerempeng
Aku penghuni ruang celah
Dia berteduh di rumah mewah
Aku berbau busuk bila terganggu
Dia berniat busuk tanpa malu
Aku gigit manusia untuk setitik darah
Dia mencari kuasa melahap harla bangsa
Aku membuat tidurmu tak nyenyak
Dia penyebab negara rusak
Aku bisa kau matikan dengan satu jari
Dia harus disingkirkan dengan kejujuran hati

Bogor 3l Desember 2003

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

BELALANG SEMBAH

nyembah nyembah terus
siang dan malam
siap menangkap makanan
bukan mencari muka
bukan minta giliran menilap
bukan minta kekuasaan

Bogor April 2007

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

RAYAP

masyarakat berkeadilan
semua kasta bekerja rapi sesuai tugasnya
tanpa pamrih tanpa kesah sambat
pantang mundur tidak pernah mogok
ratu mengatur rakyatnya, tidak menguasai
andaikan manusia begitu

Bogor April 2007.

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

LALAT BANGKAI

betina tertarik bau badeg daging membusuk
belatung bergerombol menggerogot bangkai terkulai
binatang menjijikkan
bukan, mereka melaksanakan tugasnya
dalam relung yang ditetapkan oleh Tuhan
demi kebersihan dunia

Bogor April 2007

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

KUPU-KUPU

Berbaju berjuta sisik areka warna
Menyatu berpola cantik menarik
Melayang anggun, terbang berliku
Menari-nari di panggurrg alam
Kagum melihatnya
Hati merenung anugrah Yang Esa

Bogor 21 juni 2007

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

LALAT APUNG (SYRPHID)

Indahnya kau terbang mengapung
Di udara bebas bermandikan mentari
Meski hanya sepasang sayap
Berkulit belang hitam kuning coklat
Kadang menyaru tabuhan galak
Pengunjung ajek puspita kesuma
Penyadap sakar campur serbuksari
Mudamu lir tempayak warna apik
Pemburu kutu dedaunan
Pun menyesuaikan hidup di air keruh
Memulung pakan bahan busuk
Bersnorkel bak penyelam modern
Kau memesona yang paham

Bogor 26 iuni 2007

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

SERANGGA

Berjuta tahun berjuang hidup
Menyesuaikan mengikuti dinamika semesta
Beralih bentuk, \warlla dan perilaku sepanjang zaman
Demi kesintasan dalam laga
Udara. daratan, gurun. puncak gunung dan lautan
Dari kutub ke kutub dikuasai

Semua makhluk tak peduli hidup atau mati
Dilukai. diisap. digerogoti sepuas hati
Seolah kebiadaban tak terperikan
Namun terlihat cercah-cercah maslahat bagi kehidupan
Relung-relung misteri kesetimbangan alam
Bagi yang terbuka mata hati darn akalnnya

Bogor 4 Juli 2001

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono


LEBAH MADU

Masyarakat teratur rapi
Berdisiplin tinggi
Ratu dan segenap warga
Melaksanakan tugasnya
Tepat waktu tepat sasaran
Bekerja keras tanpa keluhan
Berkoordinasi bersinergi
Membangun dan merawat koloni
Alih-alih mengusik sesama makhluk
Memberi ganjaran dan imbalan
Kepada manusia dan tetumbuhan
Indahnya hidup bersama

Bogor 4 Juli 2001

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

KUTU LONCAT

Kutu loncat meloncat
Menghindar bahaya
Harimau meloncat
Menerkam mangsa

Politisi meloncat
Akal lebih kuasa
Ah, dunia loncat-meloncat
Penuh tipu daya

Bogor, 3 Maret 2009

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

SENANDUNG SERANGGA

Dengarkan teman
Dicerah siang hari
Di tajuk pohon tinggi
Memancar suara
Ngi…i…i…ing ngi…i…i…ing
Ngi…i.,.i,..ing ngi..i…i…ing
Gareng pung!

Menjelang sore hari
Kala mentari lingsir
Terbawa angin. . .bunyi
Re…e…e…et ngong re…e’.e…et ngong
Re…e…e…et ngong re…e’.e…et ngong
Tonggeret hijau!

Tiba senja hari
Dari liang bumi
Menrobos keluar… suara
Ngo…o…o…ong ngo…o…o..’ong
Ngo…o…o…ong ngo…o…o…ong
Si akang gaang!

Malam beranjak tua
Diantara rerumputan
Suara gesekan sayap berirama
Kri…i…i…ik kri…i…i…ik krik krik
Kri…i…i…ik kri…i…i…ik krik krik
Mas jangkrik!

Dari semak belukar
Menimpa lantang
Suara serak
Kre…e..e…ek krek krek
Kre…e..e…ek krek krek
Belalang sungut panjang!

Terasa indah damai di bumi ini, sepanjang siang dan malam hari
Jiwa dan telinga disuguhi, lantunan senandung serangga
Sayang…sayang…sayang, hiruk pikuk dunia kini
Menodai semesta perawan, membungkam nada tenteram.

Bogor l2 juni 2008

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

KISAH SERANGGA

mereka terbang, mentari mengantar sinar kehangatan
angin lewat berlari berbisik lembut
apa yang kau cari di siang bolong ini
kau mau apa. sergah hijauan sekitar
enyah kau, jangan ganggu aku dan bangsaku
tapi bunga cantik melirik merayu nakal
silahkan mampir sayang dan cium aku
aku sediakan minum madu dan roti sari
sentuhlah aku guna meneruskan hidup puakku
hai aku lain, aku pengusir dan pembantai tungkai enam seterumu
aku juga suka hidangan bungamu
pungkas kisah, yang hijau. yang pengganggu, yang pembantai
semua menyesuaikan menurut kodratnya
hidup setimbang alamiah

bogor april 2007

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

LALAT*

Seekor lalat
musim penghujan
jatuh ke dalam gelas.
Ia terjebak
ke dalam ketakterdugaan.
Setelah menghirup manis teh
Kakinya rekat, sayapnya lumpuh.
Barangkali ia bahagia
yang teriadi tiba-tiba
ada kalanya nikmat juga.

* Bakdi Soemanto. 2007. KATA.
Antologi puisi 1976 – 2006.Bentang, yogyakarta.

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

ULAT SUTRA (Bombyx mori)

gemuk lembut tak berbulu
sudah dikenal berabad-abad lalu
didomestikasi sampai kini
menjadi mesin biologi
penghasil kokon putih berkilau
bahan serat kain sutra
busana kebanggaan orang kaya
yang geli menyentuh ulat

di abad alr,al tarikh Masehi. niaga sutra
bersaham merentang jalan eksotik kondang
dari negeri Cina sampai Persia
menyusuri gunung dan ngarai:
the silk road, jalan sutra

Maret 2010

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

ULAT BULU MANGGA *)

Sedikit orang pun pakar kenal aku
walau sudah sejak dulu
hidup menyelinap di dedaunan
berjenis mangga dan pohon lain kusuka
di kebun di halaman desa dan kota
tak pernah sempat mejeng raga
Karena …
parasku tak menarik malah menggentarkan
bilangan puakku juga rendah merata saja
bertahan seimbang dengan alam dunia

Konon di satu kala tak kupahami
di daerah Probolinggo timur argo Bromo
puakku beranak pinak sepuas hati
ribuan ulat-anak bergerak berjajar berhimpitan
mengganjang habis semua daun mangga
meninggalkan pohon-pohon meranggas tuntas
ngengat-emak terbang berpindah
mencari ajang pakan anak keturunan
menabur kegelisahan dan kerugian

Alkisah…
orang banyak terperangah
pakar serangga terkesima
memutar benak membelalakkan mata
apa gerangan nama dan ragam hayatnya
nan picu ledakan puak ulat bulu
beragam duga meluncur dari lidah
tercetak di harian tergambar di layar kaca
tersiar melalui udara
baru wacana saja

Ah …
sebegitu faktor kunci juga belum dijumpa
penelitian cerdas ajeg penuntun jalan

Bogor April 201 I (SS)
*) ledakan populasi ulat bulu lymantriid
di kebun-kebun mangga di daerah probolinggo
Jawa Timur terjadi di akhir bl. Maret 2011.
sejak seabad lalu ledakan ulat spesies itu
tidak pernah terjadi

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

XYLOCOPA spp.

Sosok tubuh hitam kelam gemuk
dua pasang sayap gelap metalik
bagian-bagian mulut menyatu bagaikan cucuk
selalu terbang cepat memantau lingkungan
awam memanggilku kombang atau bangbara.

Aku jenguk yang cantik menarik
bunga beraneka warna dan bentuk
mengisap nektar manis
mengumpul serbuk sari
oleh-oleh untuk gana, anakku.

Bunga cantik segera melayu
namun pasti berterima kasih padaku
telah membantu tugasnya
mengembangkan buah berbiji
penerus generasi.

Bogor November 2011 (SS)

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

TUNGAU MERAH JERUK (Pononychus citri (McGregor))

aku tungau kosmopolit
anggota keluarga tetranychid
warga baru tungau nusantara
kapan aku tiba tidak ada yang tahu
terdeteksi pertama kali di penghujung abad lalu

wahana apa yang kutumpangi
pun teka-teki sampai kini
karena aku tidak dapat ditanya
itu tetap rahasia
mungkin hasil samping tindakanmu sendiri
yang berlambah rumit di era globalisasi

aah. . . ..
aku berhasil meramaikan masyarakat artropod hama jeruk
membuat pekebun bertambah resah

Bogor Oktober 2010

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

SEMUT

kau selalu mengikutiku
diam-diam tanpa kutahu
menggigit kepalaku
membangunkan benakku
menyentuh hatiku
pesanmu:

Sarwa Eling
Murih Urip Tentrem*

Bogor November 2010
*artinya: Serba ingat supaya hidup tenteram

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

PERKENALAN ACARI*

Sedikit orang yang kenal aku
Meski acap kali bertemu
Di pekarangan di kebun, bahkan
Disudut-sudut rumah dan kandang binatang
Habitat dan relungku bertindih dengan serangga

Boleh aku memperkenalkan diri
Aku anggota kelompok besar binatang beruas
Kerabat dekat laba-laba kerabat jauh serangga
Berpenampilan lain dan berciri raga beda
Khalayak umum menyebut aku tungau dan caplak

Tungau berukuran kecil sampai renik
Pemakan tumbuhan, bahan organik membusuk atau parasit
Caplak bertubuh kecil sampai besar
Semua parasit binatang melata, unggas dan mamalia
Pangisap darah, biasa menularkan zoonosis

Tubuhku berbeda mencolok dengan serangga
Tidak berkepala tidak berantena
Bermata sederhana jika ada
Badan gabungan abdomen, toraks dan kepala

Bagian-bagian mulut tidak bermandibel
Berkelisera seperti pada laba-laba
Tungkai tiga pasang pada larva
Empat pasang pada nimfa dan dewasa
Tidak pernah bersayap seperti serangga
Siklus hidupku mirip serangga
Telur, larva, nimfa, akhirnya menjadi dewasa

Terhadapmu
Posisiku tidak berbeda dengan serangga
Suka apa tidak suka, sekaligus lawan dan kawan
Itu sudah takdirku
Tabik!

Bogor, Oktober 2010
*baca”AKARI”

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

GUSAR LANGIT

Abad berganti
Tahun berganti
lklim makin menggarang
Cuaca kerap berguncang
Hasil manusia berulah
Meretas ciptaan Allah
Dunia gelisah, Astagfirullah

Bogor l2 Desember 2007

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

BLACK WIDOWS *)

Aku tertetas betina
dari satu jenis keluarga tarantula
laba-laba bertubuh besar
bermata delapan dan gigitan berbisa.
mendapat julukan sindir black widow
alias si janda hitam.
Karena…..
tubuhku berambut hitam
hidup sendiri tak punya pasangan
ia telah mati kumangsa
setelah memberi harapan masa depan.
Bukan peri lakuku biadab dan kejam
tapi asas tepat guna alami
tak beda dengan kerabat jauhku belalang sembah betina
yang pun memangsa pasangannya
setelah menunaikan tugas hidup utama.
Sisi ganjil dunia arthropoda.

Bogor Oktober 2010 *)
Famili Theraphosidae(tarantula), Lactrodectus mactans

Ditulis oleh: Prof. Soemartono Sosromarsono

Leave a Reply