Selamat datang November

Tak terasa Kongres IX telah berlalu. Dengan berakhirnya Kongres IX, telah berakhir pula masa bakti Pengurus PEI 2012-2015. Kita ucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada Prof Dr Andi Trisyono, dari UGM yang telah memimpin PEI selama 8 tahun berturut-turut dengan penuh semangat kebersamaan dan visi menuju Entomologi Indonesia yang maju dan bermartabat. Kongres IX juga telah menghasilkan Pengurus 2015-2019 yang baru, dibawah ketua baru Prof Dr Damayanti Buchori, dari IPB, Bogor. Saat ini sedang disusun Kepengurusan PEI Pusat lengkap dengan penanggung jawab masing-masing bidang. Diharapkan Pengurus baru bisa segera mulai aktif bekerja di awal Desember 2015.

Kongres IX dilaksanakan dengan tema “Metamorfosis”. Tema ini sengaja diambil untuk menggambarkan bahwa PEI sebagai organisasi juga siap bermetamorfosis menuju Perhimpunan Profesi yang bermartabat dan siap bersaing di tingkat internasional. Pengurus 2015-2019 mempunyai tugas khusus, yaitu mencari generasi penerus yang akan mengembangkan ilmu dan pengetahuan serta seni di bidang serangga. Untuk itu, salah satu misi dari Pengurus 2015-2019 adalah mencari bibit-bibit muda penerus cita-cita Perhimpunan dalam mengembangkan IPTEKS Serangga. Kami, dari pengurus pusat sangat mengharapkan kerjasama dari semua Ketua Cabang dan anggota PEI di seluruh Nusantara untuk mencari bibit-bibit muda ini, baik di perguruan tinggi maupun di tingkat sekolah-sekolah dasar dan menengah. Dalam acara di Kongres IX yang lalu, telah terungkap bahwa cukup banyak anak-anak muda yang ternyata memiliki pengetahuan dan rasa ingin tahu yang cukup tinggi terhadap ilmu serangga. Bibit-bibit inilah yang perlu di pupuk oleh kita semua agar tercapai regenerasi dan pelimpahan tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang.

Metamorfosis lain yang terungkap dari Kongres IX yang lalu adalah bahwa sudah saatnya PEI juga merangkul teman-teman pecinta seni dan budaya yang menggunakan Serangga sebagai sarana penyampaian pesan-pesan kehidupan. Dalam Kongres IX terungkap adanya budayawan dan seniman yang mempunyai kemampuan artistik yang tinggi dan mampu menggugah para ilmuwan dalam mengaitkan kehidupan masyarakat dengan kehidupan serangga. Peluruhan sekat-sekat kaku yang selama ini memisahkan ilmu-ilmu yang berbeda ini sangat diperlukan agar kita bersama-sama dapat memperbaiki kehidupan di bumi ini. Bumi kita sedang mengalami perusakan besar-besaran, dan kita, sebagai manusia yang diberi akal, budi dan hati, wajib memikirkan bersama bagaimana penyelamatan bumi dapat kita lakukan bersama-sama. Perhimpunan Entomologi Indonesia juga ingin berpartispasi aktif, sebagai sebuah Perhimpunan Profesi, untuk dapat menjalankan peran kita dalam penyelamatan bumi yang kita cintai ini. Semoga semua teman-teman, bapak, ibu dan adik-adik pecinta serangga dapat bersama-sama menjalankan amanah ini bersama-sama PEI.

Bogor, November 2015

Oleh:

Damayanti Buchori
Ketua PEI

Categories: Uncategorized

Leave a Reply