Selamat datang di Website Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) ![]()
Sepatah Kata, Seonggok Renungan
Beberapa saat lalu, Indonesia dikejutkan lagi oleh kejadian kejadian yang ada hubungannya dengan serangga. Di bulan April dan Mei 2011 ada fenomena ledakan ulat bulu di beberapa kota yang cukup meresahkan masyarakat. Populasi ulat bulu meledak di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti di DKI Jakarta, Subang dan Indramayu (Jawa Barat), Ungaran dan Kendal (Jawa Tengah), serta Probolinggo (Jawa Timur). Di bulan Maret muncul serangan “tomcat” yang juga meresahkan masyarakat Surabaya. Sekitar 149 orang (okezone.com 2012) telah dilaporkan sebagai “korban” dari serangan tomcat ini, yang sebenarnya merupakan kumbang predator Paederus yang umum ada di pesawahan dan memangsa berbagai hama yang merugikan petani. Semua kejadian ini seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi kami di Perhimpunan. Selain ikut berpikir keras bagaimana mengatasi fenomena tersebut, pertanyaan yang terkait: “mengapa populasi sampai meledak” perlu dijawab dengan serius. Belum lagi jika kita lihat bahwa serangan nyamuk Aedes aegypti masih cukup tinggi sehingga menyebabkan serangan demam berdarah yang cukup meresahkan masyarakat. Data terakhir menyebutkan bahwa kasus demam berdarah di Jakarta dan sekitarnya 1.108 kasus (Dinkes DKI Jakarta, 2012), sedangkan di Surabaya dan kota kota besar lainnya berkisar 5.372 kasus dengan angka kematian 27%. Semua kejadian ini menunjukkan bahwa urban entomology (entomologi perkotaan) dan medical entomology (entomologi kesehatan) adalah dua cabang Entomologi yang semakin penting dan relevan untuk dipelajari. Hal ini sejalan dengan makin besarnya perkembangan perkotaan di Indonesia. Dengan semakin banyak kota kota besar, maka permasalahan entomologi perkotaan dan entomologi kesehatan akan semakin penting. Hal ini harus di antisipasi dengan baik oleh Perhimpunan maupun Institusi Perguruan Tinggi dan kalangan pemerintah. Pengembangan ilmu di bidang ekologi, perilaku, pengendalian senantiasa menjadi penting dalam upaya kita mengatasi permasalahan perkotaan dan kesehatan di masa mendatang.
PEI, sebagai wadah profesi Entomologi senantiasa akan selalu berusaha untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat akan berbagai fenomena terkait serangga. Salah satu tantangan terbesar bagi PEI di masa mendatang adalah meningkatkan peran Perhimpunan ini dalam pengembangan pengetahuan dan pengembangan kapasitas SDM para anggotanya. Untuk itu, PEI akan senantiasa melakukan perbaikan perbaikan baik dari sisi internal organisasi maupun eksternal kolaborasi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Dukungan dari semua cabang serta anggota Perhimpunan adalah kekuatan bagi PEI Indonesia.
Damayanti Buchori





